“Sistem layanan Karantina di pelabuhan dan bandara ini turut berkontribusi dalam efisiensi waktu dan biaya, dalam penerapan Single Submission Quarantine Customs (SSm QC) atau layanan terintegrasi karantina kepabeanan. Saya mendapatkan laporan bahwa hasil survei lembaga independen dari Program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian (Prospera), capaian penataan logistik di enam bandara hingga Juni 2024 bersimplifikasi proses bisnis dengan efisiensi mencapai 50%. Bahkan mengurangi penggunaan dokumen fisik sebesar 75%,” tuturnya.
Adapun lokus survei oleh Prospera di enam bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Banten), Kualanamu (Medan), Juanda (Jawa Timur), Hasanuddin (Makassar), Ngurah Rai (Bali), dan Sepinggan (Balikpapan). Implementasi sistem layanan Barantin sebelumnya sudah berjalan di 32 pelabuhan dan 6 bandara di seluruh Indonesia.