JILAT
Ganjar Kurnia
Disalin Sofian Munawar (Dosen di Wilayah Priangan Timur)
KONON –, lidah diciptakan untuk mengecap rasa: manis, asin, asam, pahit, dan gurih. Setelah manusia mengenal kekuasaan, lidah memperoleh fungsi tambahan: mengecap jabatan. Sejak itu lahir rasa keenam, yaitu ingin diangkat.
Di sebuah negeri yang petanya telah dijilat sampai tintanya hilang, berdirilah Kementerian Urusan Lidah. Gedungnya berbentuk mulut raksasa. Pegawainya tak perlu ijazah; cukup membawa sertifikat kemahiran menjilat. Ujiannya ketat: menjilat piring hingga gambarnya lenyap, menjilat amplop tanpa bertanya isinya, lalu mengucapkan, “Bapak selalu benar,” seratus kali tanpa tersedak kenyataan.
Keahlian menjilat memiliki jenjang. Penjilat Pratama memuji dasi atasan, meski dasi itu tersangkut di resleting celana. Penjilat Madya memuji gagasan yang bahkan belum disampaikan. Penjilat Utama tidak lagi memerlukan bantuan otak. Atasan batuk disebut konstitusional; bersin dianggap pertanda pertumbuhan ekonomi. Dari arah anginnya, kata mereka, rakyat mulai sejahtera.



