Oleh: Winni Maharani Mauliani, dr., M.Kes
FAKULTAS kedokteran universitas Islam Bandung (Unisba) dalam usianya yang ke-21 berhasil mencetak dokter sebanyak 1.954 orang yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Jumlah lulusan yang banyak, merupakan potensi yang perlu dijalin dan dikembangkan kerjasamanya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan di mana pun lulusan tersebut berada.
Salah satu kelompok masyarakat yang masih rendah derajat kesehatannya dan memerlukan bantuan untuk ditingkatkan adalah anggota masyarakat di pesantren tradisional di daerah, yang masih identik dengan penyakit budug (dalam istilah bahasa Sunda). Di daerah bahkan masih ditemukan bahwa penyakit budug (Skabies) merupakan anugrah yang merupakan paket belajar di pesantren, bahkan masih ditemukan mitos bahwa penyakit budug adalah anugrah bagi santri yang ingin meningkatkan ilmu di pesantren. Hal ini merupakan kondisi menyedihkan yang perlu dibangunkan kesadaran bahwa hamba Allah yang diharapkan sebagai calon khalifah di muka bumi bukanlah sosok lemah yang banyak penyakitnya tapi apabila merujuk kepada surat dalam Al Qur’an diharapkan suatu sosok Basthotan fil ilmi wal jismi (kuat fisik dan ilmunya) sebagai mana tercantum dalam Al Qur’an surat Al Baqarah 247.
