KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID – Salah satu tantangan utama yang dihadapi siswa dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah kesulitan dalam berbahasa, terutama pengucapan kata-kata yang sederhana. Istilah dasar yang seharusnya mudah diucapkan seringkali menjadi kesulitan bagi mereka karena adanya hambatan dalam perkembangan bahasa, baik reseptif maupun ekspresif. Situasi ini, mengakibatkan siswa tidak dapat mengungkapkan kebutuhan, keinginan, atau pandangan mereka secara lisan yang berdampak pada interaksi sosial, serta partisipasi dalam proses pembelajaran.
Di samping itu, siswa juga mengalami tantangan dalam mengenali dan memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak. Berbeda dengan objek konkret yang bisa dilihat dan disentuh, ide atau benda abstrak seperti waktu, emosi, atau kebahagiaan sulit dipahami oleh siswa ASD. Ketidakmampuan ini, menghambat perkembangan kognitif serta pemahaman mereka terhadap materi pelajaran yang memerlukan imajinasi dan kemampuan berpikir.
