Pada hari kedua penelitian ini dilakukan intervensi dengan pendekatan kontrol musik. Lagu-lagu anak seperti “Balonku,” “Pelangi,” dan “Burung Kakak Tua” yang diputar melalui YouTube kemudian dinyanyikan bersama tim peneliti dan juga guru pendamping untuk menambah kosakata siswa. Meskipun demikian, siswa tidak memberikan respon verbal yang berarti. Namun, mereka terlihat lebih fokus memperhatikan gambar-gambar yang muncul dalam video. Hal itu menunjukkan bahwa elemen visual masih menjadi perhatian utama bagi mereka.
Selanjutnya, pendekatan kontrol musik dikembangkan dengan menuliskan lirik lagu “Balonku” pada baris pertama, yaitu kalimat “Balon ku ada lima”. Pada tahap ini, siswa mulai merespon dengan membaca lirik lagu tersebut tanpa mengeluarkan nada. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan membaca dan pengenalan huruf meskipun siswa belum bisa sepenuhnya menghubungkan bacaan dengan nada lagu.