Intervensi dilanjutkan dengan menggunakan pendekatan gambar. Peneliti menunjukkan gambar secara langsung kepada siswa dan terlihat adanya respon yang lebih baik. Siswa tidak hanya bisa menyebutkan kosakata yang ada dalam gambar tetapi juga mampu menuliskan kosakata tersebut tanpa melihat gambarnya walaupin hal itu masih dibantu oleh bimbingan dari guru pendamping. Akan tetapi, ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kemampuan berbahasa dan menulis siswa.
Di hari terakhir penelitian di lapangan, peneliti Heru Pratikno, S.S., M.A. menyatakan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih fokus dan mendalam tentang proses pembelajaran siswa perlu dilakukan wawancara dengan guru pendamping. Guru menjelaskan bahwa metode pengajaran yang diterapkan bersifat bertahap. Tahap pertama adalah konkret, yaitu benda nyata atau gambar ditunjukkan di sekitar siswa. Tahap kedua adalah semi abstrak, yaitu guru menyebutkan nama benda dan siswa diminta untuk menunjuk gambar atau benda nyata yang sesuai. Tahap terakhir adalah abstrak, yaitu siswa menuliskan nama benda tanpa melihat gambarnya.