Oleh Liban Isak BAcons., M.Sc (Mahasiswa Program Doktor Manajemen Universitas Islam Bandung – Unisba)
MENURUT saya, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) modern, proses rekrutmen dan seleksi tidak lagi hanya berfokus pada kompetensi teknis tetapi juga menekankan integritas, nilai-nilai pribadi, dan keselarasan dengan budaya organisasi. Pergeseran ini mencerminkan kesadaran yang berkembang di antara organisasi tentang pentingnya dimensi etika dan moral dalam mencapai kinerja yang berkelanjutan.
Dengan kata lain dari perspektif Syariah, konsep-konsep seperti al-quwwah (kompetensi) dan al-amanah (integritas), bersama dengan nilai-nilai seperti shiddiq (kejujuran), tabligh (komunikasi/ transparansi), dan fathanah (kecerdasan), memberikan kerangka normatif yang kuat untuk menilai kualitas calon secara holistik.
Oleh karena itu, saya melihat masa depan terletak pada pengintegrasian prinsip-prinsip Syariah ke dalam praktik rekrutmen dan seleksi kontemporer yang relevan dan strategis.