Pembangunan mengubah lingkungan, mengubah kerentanan, dan mengubah risiko memengaruhi ketangguhan masyarakat Karena seluruh unsur saling berhubungan, intervensi pada satu bagian dapat menghasilkan konsekuensi pada bagian lain.
Dari perspektif ini, mitigasi bencana bukan “sektor tambahan” dalam pembangunan. Mitigasi merupakan cara berpikir tentang bagaimana pembangunan berlangsung.
Simpulan
Mitigasi bencana dalam perspektif Capra dapat dirumuskan sebagai upaya membangun masyarakat yang mampu hidup selaras dengan dinamika sistem ekologisnya, memperkuat jaringan sosial, mempertahankan keaneragaman, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta mencegah terciptanya risiko baru melalui keputusan pembangunan.
Dengan demikian masa depan mitigasi bencana tidak hanya membutuhkan teknologi yang lebih baik tetapi juga cara berpikir yang lebih baik tentang hubungan manusia dengan keseluruhan jaringan kehidupan.***


