Hal yang sama berlaku pada bencana longsor. Lereng yang secara geologis rentan mungkin tidak selalu menghasilkan bencana. Risiko meningkat ketika faktor alam berinteraksi dengan pembukaan hutan, pembangunan jalan, pemotongan lereng, perubahan tata guna lahan, curah hujan ekstrim dan lemahnya pengawsan tata ruang. Artinya bahaya merupakan bagian dari alam tetapi risiko sangat dipengaruhi oleh cara manusia mengorganisasikan kehidupannya.
Perspektif ini sejalan dengan perkembangan paradigma pengurangan risiko bencana. Seandainya Framework menekankan bahwa risiko harus dipahami melalui dimensi bahaya, keterpaparan, kerentanan dan kapasitas.
Mitigasi Bencana sebagai Bagian Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan Berkelanjutan tidak cukup dimaknai sebagai pertumbuhan ekonomi yang berlansung dalam jangka panjang. Pembangunan juga harus mempertahankan kondisi ekologis dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menghadapi perubahan.


