Ia menilai peran keluarga, lingkungan pendidikan, serta konseling kampus menjadi penting dalam membangun ketahanan generasi muda menghadapi tantangan zaman digital. “Kembalilah kepada agama yang memberi tuntunan ke jalan benar dan menjauhi larangan-Nya,” tuturnya.
Sementara itu, Bambang Sutrisno, memaparkan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam mendorong kewirausahaan di Indonesia. Ia menyebut keberadaan wirausaha menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah negara karena mampu menciptakan lapangan kerja, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa rasio wirausaha Indonesia saat ini masih berada pada angka sekitar 3,6 persen dari total populasi, sehingga diperlukan keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga media untuk mendorong lahirnya wirausaha baru.
Selain itu, ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan peluang ekonomi digital, ekonomi hijau, dan hilirisasi industri sebagai ruang berkembangnya kewirausahaan generasi muda. “Negara membutuhkan wirausaha untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi,” katanya.