Bagi mahasiswa, ia mengajak agar masa studi dimaknai sebagai ruang pembentukan karakter dan kematangan berpikir. Ilmu hukum, menurutnya, perlu dihayati sebagai sarana untuk menegakkan keadilan dan menghadirkan kemaslahatan umat. “Bangunlah karakter, jagalah etika, serta jangan pernah berhenti berpikir kritis dan belajar berkontribusi bagi masyarakat,” pesannya. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh tidak hanya bernilai akademik tetapi juga bermakna dalam kehidupan.
Pengukuhan pada 30 April 2026 menjadi momentum penting yang menegaskan dedikasi dan konsistensi Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H. dalam dunia akademik. Jabatan Guru Besar dimaknainya sebagai amanah untuk terus mengembangkan pemikiran hukum yang adaptif, solutif, dan berdampak bagi masyarakat.
Sebagai pembuka rangkaian profil Guru Besar baru Unisba, perjalanan Ratna mencerminkan bahwa pencapaian akademik tertinggi bukanlah akhir, melainkan awal dari kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan.***