Menurut Prof. Ratna, jabatan akademik tertinggi tersebut diraih melalui proses panjang yang tidak instan. Selama 32 tahun menempuh perjalanan sebagai dosen, ia menjalaninya dengan kesabaran, keikhlasan, dan konsistensi dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Perjalanan itu diwarnai produktivitas akademik yang seiring dengan kiprahnya secara profesional sebagai praktisi di korporasi BUMN dan swasta, konsultan hukum, serta tenaga ahli di berbagai instansi pemerintah, regulator, hingga lembaga penegak hukum.
Pengalaman internasional bersama lembaga seperti IFC–World Bank, OECD, dan ISO turut memperkaya perspektifnya. Semua itu, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun paradigma keilmuan di bidang Hukum Perusahaan, yang kelak memperkuat kontribusinya dalam ranah Hukum Kontrak.
“Berbagai tantangan akademik, sosial, dan regulasi justru menjadi ruang kontemplasi untuk mematangkan diri,” ungkapnya. Dukungan keluarga, kolega, pimpinan universitas, dan lingkungan akademik Unisba menjadi penguat langkah hingga amanah Guru Besar ini terwujud.