Dalam konteks Indonesia, tantangan integrasi ini menjadi semakin relevan. Bagi UMKM, keterbatasan modal menuntut strategi pertumbuhan yang cermat dan disiplin finansial yang tinggi. Bagi BUMN dan sektor publik, penggunaan anggaran harus mampu menunjukkan dampak strategis dan nilai manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, lembaga pendidikan dan organisasi nirlaba pun dituntut untuk menjaga keberlanjutan finansial tanpa kehilangan orientasi misinya. Tanpa integrasi strategi dan keuangan, daya saing hanya akan bersifat sesaat dan rapuh menghadapi perubahan lingkungan. Tentu, implementasi integrasi ini bukan tanpa hambatan.
Masih terdapat sekat antara perencana strategi dan pengelola keuangan, budaya organisasi yang belum sepenuhnya berbasis kinerja, serta keterbatasan literasi strategis-finansial di tingkat manajerial. Selain itu, kepemimpinan yang lemah dalam menegakkan disiplin anggaran sering kali memperburuk keadaan.