Visi besar tanpa perhitungan sumber daya, terutama sumber daya keuangan, berpotensi melahirkan beban bagi organisasi. Tidak jarang kita menyaksikan program strategis terhenti di tengah jalan karena kekurangan anggaran, atau sebaliknya, anggaran terserap tanpa memberikan dampak strategis yang signifikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi yang tidak dikawal oleh manajemen keuangan yang kuat pada akhirnya hanya menjadi wacana yang kehilangan daya dorong. Di sisi lain, manajemen keuangan sering kali dipersepsikan secara sempit sebagai fungsi administratif semata berkutat pada pencatatan akuntansi, laporan keuangan, dan pengendalian anggaran.
Padahal, dalam perspektif manajemen modern, fungsi keuangan memiliki peran strategis yang jauh lebih luas. Manajemen keuangan menentukan bagaimana organisasi merencanakan dan mengalokasikan sumber daya, mengelola risiko, serta mengambil keputusan investasi yang berdampak jangka panjang.\