Namun, tantangan tersebut justru menegaskan pentingnya reformasi tata kelola dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pada akhirnya, organisasi yang tangguh adalah organisasi yang mampu menyelaraskan idealisme strategis dengan realitas keuangan. Strategi yang tepat memberikan arah, sementara keuangan yang kuat memberikan daya dorong. Keduanya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
Dalam era persaingan yang semakin ketat dan penuh ketidakpastian, menyatukan manajemen strategik dan manajemen keuangan bukan lagi sekadar pilihan manajerial, melainkan prasyarat utama bagi terciptanya daya saing jangka panjang. Tanpa sinergi di antara keduanya, keberlanjutan organisasi hanya akan menjadi slogan, bukan kenyataan.***
*Mohamad Safii Adalah Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Islam Bandung dan Dosen Universitas Pamulang Tangerang Selatan