Sementara Nurul Chotidjah menambahkan, pasar halal di dunia saat ini berkembang sangat cepat. Dengan jumlah populasi Muslim yang mencapai lebih dari 1,9 miliar orang, kebutuhan produk halal terus meningkat. Bagi para pengusaha makanan dan minuman, ini adalah peluang besar untuk mengembangkan bisnis. Diperkirakan, pasar halal secara global akan mencapai nilai USD 2,4 triliun pada tahun 2024, termasuk makanan, kosmetik, farmasi, dan pariwisata halal.
Menariknya, pasar halal tidak hanya untuk konsumen Muslim. Konsumen nonmuslim juga semakin banyak yang memilih produk halal karena percaya produk ini lebih berkualitas, higienis, dan dibuat dengan cara yang etis. Jadi, sertifikasi halal bukan hanya untuk memenuhi aturan agama, tetapi juga menjadi simbol kualitas dan kepercayaan konsumen di pasar global.(Hanzaee & Ramezani, 2011).
Sertifikasi halal adalah proses yang menjamin bahwa produk atau layanan memenuhi standar syariah, mencakup bahan baku, proses produksi, hingga distribusi. Selain sebagai elemen religius, sertifikasi halal memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan menciptakan keunggulan kompetitif. Studi menunjukkan bahwa sertifikasi halal memberikan keunggulan kompetitif melalui inovasi dan diferensiasi produk sehingga meningkatkan daya tarik konsumen dan kinerja keuangan perusahaan (Urumsah & Puspitasari, 2021).
