Rektor menyampaikan bahwa lulusan Unisba tidak hanya dituntut memiliki knowledge dan skill tetapi juga attitude. Menurutnya, kompetensi akademik perlu berjalan bersama adab, integritas, dan amanah dalam menjalankan profesi. “Dahulukan adab daripada ilmu,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para apoteker muda untuk menjadikan sumpah profesi sebagai amanah yang diwujudkan dalam praktik. Ketika menerima resep, misalnya, seorang apoteker perlu memastikan aspek keamanan, kebermanfaatan, serta kehalalan obat bagi pasien.
“Ketika dokter memberikan sebuah resep, maka resep itu dibaca oleh kalian. Maka kehalalan obat itu, kebermanfaatan obat itu, dan upaya untuk menyembuhkan bagi pasiennya apakah sudah terpenuhi semuanya? Maka masuklah di dalamnya adalah fikih Islam,” tuturnya.
Rektor juga mendorong para lulusan untuk terus berkembang sebagai mujahid yang memperjuangkan ilmu dan profesi, mujtahid yang mampu berpikir dan mengambil keputusan secara tepat, serta menjadi mujaddid/inovator dalam menjawab berbagai tantangan kefarmasian di era digital dan globalisasi.


