“Kejujuran menjadi bagian dari akhlak kita. Hidup jujur harus menjadi bagian sikap hidup keseharian,” pesannya.
Menurutnya, kejujuran menjadi nilai penting bagi seorang tenaga kesehatan karena keputusan dan tindakan yang dilakukan dapat berdampak langsung terhadap kehidupan orang lain. Karena itu, lulusan Unisba diharapkan tetap memegang nilai-nilai keislaman ketika menjalankan profesinya di tengah masyarakat.
Miftah juga mengingatkan bahwa tantangan tidak dapat dihindari. Namun, dengan bekal ilmu, spiritualitas, dan keteguhan dalam memegang amanah, para lulusan diharapkan mampu menghadapi berbagai persoalan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Selamat berjuang. Anda tetap warga Unisba, walaupun sudah lulus dari Unisba. Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberkahi kita,” ungkapnya.
Gerbang Awal
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi, M.MRS., mengatakan, pengambilan sumpah menjadi gerbang awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia pengabdian yang sesungguhnya. Setelah melalui pendidikan profesi dan uji kompetensi, para lulusan dinyatakan sebagai tenaga kefarmasian yang kompeten.


