Organisasi perlu memastikan adanya sistem kompensasi yang adil, pengakuan terhadap kontribusi karyawan, budaya kerja yang mendukung keseimbangan hidup dan nlai etika yang kuat dalam kepemimpinan.
Tanpa hal tersebut, disengagement akan terus meningkat dan berdampak pada kinerja jangka panjang.
Penutup: Antara Kehadiran dan Makna
Pada akhirnya, fenomena quiet quitting menghadirkan pilihan mendasar bagi setiap individu: menjadi sekadar bagian dari sistem, atau menjadi pribadi yang bekerja dengan kesadaran penuh.
Dalam perspektif Islam, nilai suatu pekerjaan tidak hanya diukur dari hasil yang tampak tetapi juga dari niat, proses, dan integritas yang menyertainya. Karena pada akhirnya, yang akan dipertanggungjawabkan bukan hanya apa yang dihasilkan tetapi juga bagaimana amanah itu dijalankan.***