Dalam Islam, niat memiliki posisi sentral. Aktivitas yang sama dapat memiliki nilai yang berbeda bergantung pada orientasi batinnya. Pekerjaan yang dilakukan dengan kesadaran ibadah akan melahirkan sikap yang berbeda dibandingkan pekerjaan yang hanya didorong oleh kepentingan material.
Fenomena disengagement mulai terlihat di kalangan tenaga kerja, khususnya generasi muda, juga menunjukkan adanya kebutuhan makna dan keseimbangan hidup yang lebih besar.
Sebagai respon terhadap fenomena quiet quitting, diperlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat teknis tetapi juga menyentuh dimensi nilai. Dalam perspektif MSDM berbasis Islam, konsep kerja berkah menjadi alternatif yang relevan. Kerja berkah bukan sekadar bekerja keras atau bekerja pintar, melainkan bekerja dengan kesadaran nilai dan tanggung jawab spiritual.
Ada beberapa prinsip utama yang menjadi cirinya, pertama Amanah – menjalankan tugas dengan jujur dan penuh tanggung jawab, meskipun
tanpa pengawasan. Kedua, Ikhlas – tidak menjadikan pujian manusia sebagai tujuan utama, melainkan mencari rida Allah. Ketiga, Ihsan – bekerja secara optimal dengan kualitas terbaik, bukan sekadar memenuhi standar minimum. Keempat Keadilan – tidak merugikan pihak lain serta menjaga integritas dalam setiap aktivitas kerja.