“Kalau kita masih menggunakan nomenklatur Bandung Utara dan Bandung Selatan tanpa membongkar relasi yang ada di baliknya, kita harus bertanya: apakah ini hanya nomenklatur geografis, atau ada warisan cara berpikir tentang pusat dan pinggiran yang masih kita reproduksi sampai hari ini?” tambahnya.
Kajian HMI Menjadi Titik Awal
Lebih Dalam Wakil Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Bandung 2026–2027, Muhammad Rafid Wafi, menyampaikan bahwa kajian yang menjadi landasan diskusi tersebut berangkat dari kegelisahan terhadap adanya jarak antara capaian angka pembangunan dengan persoalan yang masih dirasakan masyarakat. Kajian menemukan bahwa tingkat kemiskinan menjadi satu-satunya dari lima indikator kinerja utama makro yang tidak mencapai target pada 2025. Sementara itu, Gini Ratio sebesar 0,420 masih berada di atas ambang 0,40 yang dalam kerangka kajian dikategorikan sebagai ketimpangan tinggi.


