Sebuah program tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran, jumlah peserta, atau tingkat serapan tetapi harus dilihat dari perubahan yang benar-benar dihasilkan bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan rekomendasi kajian HMI yang mendorong adanya indikator outcome untuk program kewilayahan dan evaluasi terhadap hasil program pelatihan kewirausahaan, termasuk melalui pelacakan kondisi peserta setelah mengikuti program.
HMI Dorong Pembangunan Kota Tidak Terjebak pada Angka
Melalui diskusi publik tersebut, HMI Cabang Bandung mendorong adanya pembacaan pembangunan yang lebih kritis dan substantif. Pemerintah Kota Bandung perlu memastikan bahwa prioritas pembangunan benar-benar tercermin dalam alokasi anggaran, kebijakan mampu menjawab karakteristik persoalan masyarakat, dan indikator kinerja mampu menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Kajian HMI sendiri menegaskan bahwa Kota Bandung tidak kekurangan program maupun anggaran. Tantangan yang lebih penting adalah memastikan bahwa apa yang dinyatakan sebagai prioritas benar-benar mendapatkan dukungan anggaran dan bahwa sistem pengukuran kinerja mampu menunjukkan ketika hal tersebut tidak terjadi.


