Diskusi publik ini pada akhirnya tidak diarahkan untuk sekadar memberikan penilaian terhadap pemerintah tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik, ekonomi, politik, dan gerakan mahasiswa dalam membaca masa depan Kota Bandung. Sebab, menavigasi ulang kemerdekaan dari Kota Bandung berarti berani mempertanyakan kembali: pembangunan ini sebenarnya sedang membawa Bandung ke mana, siapa yang paling menikmati hasilnya, siapa yang masih tertinggal, dan struktur apa yang membuat ketimpangan tersebut terus bertahan. (askur/nmn)***


