Itulah kejahatan politik yang sesungguhnya. Sebab, kejahatan politik paling nyata bukan semata-mata ketika seseorang menyalahgunakan kekuasaan, melainkan ketika kebenaran dikorbankan demi kekuasaan, lalu pengorbanan itu dibungkus dengan dalih moral, agama, dan demokrasi.
Pada titik itu, politik kehilangan kehormatannya. Dan para pemainnya mungkin masih berbicara tentang kebenaran, tetapi sesungguhnya sedang menjauh dari hati nurani.** (Penulis Budayawan Banten)



