Oleh : M Kh Rachman Ridhatullah Founder & CEO Padepokan Dakwah Kreatif Bandung Pengasuh Pesantren Kreatif Masa Senja (PKMS) Bekasi
Ini mungkin terdengar tidak nyaman. Namun, justru di situlah pentingnya sebuah peringatan. Sebab, menghormati sejarah tidak cukup dengan sekedar mengulang cerita tentang masa lalu. Menghormati sejarah seharusnya membuat kita berani meneruskan perjuangan yang diwariskannya.
SETIAP tanggal 22 Oktober, kita merayakan Hari Santri. Bendera dikibarkan, sarung dikenakan, peci dirapikan, doa dipanjatkan, pidato disampaikan. Media sosial dipenuhi ucapan selamat dan foto kegiatan. Semua terasa meriah. Tetapi, setelah acara selesai, ada satu pertanyaan yang layak kita ajukan : apa yang berubah dalam kehidupan masyarakat setelah kita memperingati Hari Santri?
Pertanyaan ini mungkin terdengar tidak nyaman. Namun, justru di situlah pentingnya sebuah peringatan. Sebab, menghormati sejarah tidak cukup dengan sekedar mengulang cerita tentang masa lalu. Menghormati sejarah seharusnya membuat kita berani meneruskan perjuangan yang diwariskannya.



