Jangan biarkan Hari Santri selesai ketika panggung dibongkar, spanduk diturunkan, dan unggahan media sosial tenggelam oleh berita berikutnya. Jadikan 22 Oktober sebagai pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Bukan lagi semata-mata perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, melainkan perjuangan membangun manusia yang berilmu, masyarakat yang berdaya, lembaga yang amanah, dan peradaban yang bermartabat. Jangan hanya mewarisi sarung, peci, dan cerita perjuangan para pendahulu. Warisilah keberanian mereka untuk bertindak ketika masyarakat membutuhkan perubahan. Wallahu a’lam bishawwab.
Editor : Rianto Muradi



