Oleh Uten Sutendy
Jaringan kelompok pembuat gaduh negara diduga sudah berhasil menyusup ke berbagai elemen kekuatan negara. Dengan dukungan dana politik yang sangat besar dan jaringan yang dikendalikan dari luar negeri, mereka kini memiliki ruang gerak untuk menciptakan potensi kegaduhan yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Kasus ijazah Jokowi dan Gibran sesungguhnya bisa saja hanya menjadi pintu masuk. Sebuah kasus kecil yang dipakai untuk membuka pintu-pintu yang jauh lebih besar. Kini, pintu partai politik, lembaga yudikatif, kelompok mahasiswa, kelompok agama, bahkan lingkungan Istana, mulai menjadi arena pertarungan. Mereka menempatkan bom -bom waktu. Tinggal menunggu waktu kapan hendak diledakkan.
Pintu kepolisian pun tidak luput dari sorotan. Sikap yang terlalu berhati-hati dan keraguan dalam mengambil tindakan tegas sejak awal menimbulkan pertanyaan tentang seberapa kuat institusi negara menghadapi permainan ini.



