Oleh Uten Sutendy
SIAPAPUN — pun boleh berpolitik. Sebab, manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk politik. Zoon Politikon, demikian Aristoteles, filsuf Yunani, menyebutnya.
Namun, pertanyaan besarnya: politik macam apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh manusia beradab pada zaman sekarang?
Pada masa lalu, politik mungkin lebih banyak berkaitan dengan urusan bertahan hidup. Manusia berebut sumber makanan, menguasai wilayah, mempertahankan kekuatan, lalu membangun kekuasaan di atas tanah yang menyediakan sumber kehidupan. Kekuasaan menjadi alat untuk mengamankan kepentingan diri dan kelompok.
Tetapi peradaban terus bergerak. Ilmu pengetahuan berkembang, kesadaran manusia semakin tinggi, dan nilai-nilai kemanusiaan semakin menemukan tempatnya. Manusia semestinya tidak lagi sekadar menjadi pemburu kehidupan, tetapi juga menjadi penjaga dan pelayan kehidupan.



