Dalam kajian environmental communication, seperti yang dikemukakan oleh Robert Cox, komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran ekologis. Melalui pesan, simbol dan narasi, publik diajak untuk memahami keterkaitan antara tindakan hari ini dan dampaknya di masa depan. Sayangnya komunikasi lingkungan di Indonesia masih cenderung sporadis dan belum terintegrasi dalam kebijakan publik secara konsisten.
Keempat, pembangunan berkelanjutan (sustainable development) tidak hanya soal kebijakan teknis tetapi juga praktik komunikasi. Bagaimana pemerintah menyampaikan visi pembangunan? Apakah masyarakat dilibatkan dalam proses dialog? Apakah media mengangkat isu lingkungan secara kritis atau sekadar seremonial?
Seringkali komunikasi pembangunan bersifat top-down: pemerintah menyampaikan, masyarakat menerima. Model ini tidak cukup untuk menjawab kompleksitas persoalan lingkungan. Dibutuhkan komunikasi yang partisipatif, dialogis dan transparan. Tanpa itu pembangunan berkelanjutan hanya akan menjadi jargon.