Konsep pembangunan berkelanjutan sendiri telah lama diperkenalkan melalui laporan World Commission on Environment and Development yang dikenal dengan Our Common Future (1987). Laporan ini menegaskan bahwa pembangunan harus memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan generasi mendatang. Namun tanpa komunikasi yang efektif, komunikasi ini sulit diimplementasikan secara nyata.
Kelima, perubahann harus dimulai dari dua arah: individu dan struktural. Pada level individu, langkah sederhana seperti pengelolaan sampah, pengurangan konsumsi plastik dan peningkatan literasi lingkungan tetap penting. Namun, perubahan individu tidak akan cukup tanpa dukungan kebijakan yang kuat.
Di sinilah peran political will menjadi krusial. Pemerintah tidak hanya perlu membuat kebijakan tetapi memastikan komunikasi jelas, konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi informasi, keterbukaan data dan keberanian mengambil keputusan yang tidak populer menjadi bagian dari komunikasi politik yang berorientasi pada keberlanjutan.