Kopi yang diperlombakan berupa lot, yaitu sejumlah biji kopi dari produksi tertentu yang identitasnya dapat ditelusuri. Setiap lot pemenang dapat dilacak hingga kebun asalnya, disertai informasi petani, varietas, dan pengolahannya. Keterlacakan tersebut membantu pembeli memahami kopi yang diperoleh sekaligus memberi ruang bagi pengakuan terhadap pekerjaan produsennya.
Kejujuran penilaian dijaga melalui blind cupping atau pengujian cita rasa secara buta. Sampel diberi kode sehingga juri tidak mengetahui identitas petani, kebun, maupun daerah asal saat menilai. Kopi diuji berulang oleh panel nasional dan internasional. Penyiapan sampel diatur untuk mengurangi pengaruh perbedaan sangrai, gilingan, takaran, suhu, dan kualitas air.
Menurut aturan program, kompetisi terbuka bagi petani di negara penyelenggara tanpa membedakan kondisi ekonomi, ketenaran, gender, atau lokasi. Sampel pertama dapat diajukan tanpa biaya. Prinsip keterbukaan ini menyediakan kesempatan bagi kerja yang tekun di kebun untuk memperoleh perhatian melalui hasil penilaian yang adil.


