Indonesia menyelenggarakan CoE pertamanya pada 2021. Pada edisi tersebut, Pantan Musara dari Aceh, atas nama Dilen Ali Gogo, memperoleh nilai 89,28 dan harga lelang 80 dolar AS per pound. Ibun Ita dari Jawa Barat, atas nama Ita Rosita, mencatat nilai 89,04 dan harga lelang 65,20 dolar AS per pound. Catatan ini memperlihatkan hubungan nyata antara mutu yang diakui, nama produsen yang dikenal, dan kesempatan memperoleh imbalan ekonomi.
CoE Indonesia 2026
Semangat merawat mutu itu kembali hadir dalam CoE Indonesia 2026. Berdasarkan data awal penerimaan, terdapat 119 lot dari 10 provinsi dengan total berat 54.758 pound, setara sekitar 24,84 ton. Median berat lot tercatat sekitar 208,72 kilogram, dengan rentang sekitar 169,08 hingga 613,10 kilogram. Angka-angka ini menggambarkan kopi yang telah diterima untuk mengikuti proses seleksi.
Jawa Barat menyumbang 42 lot dan Aceh 33 lot. Kedua provinsi itu mencakup sekitar 63 persen dari seluruh lot yang diterima. Berikutnya terdapat Jawa Timur dengan 11 lot, Jambi dan Sulawesi Selatan masing-masing delapan lot, Bali enam lot, Jawa Tengah lima lot, Sumatera Utara tiga lot, Sumatera Selatan dua lot, serta Sumatera Barat satu lot. Sebaran ini menghadirkan asal kopi yang beragam untuk dikenal dan diuji melalui proses yang sama.


