Keragaman tersebut juga terlihat pada skala kebun. Bahan awal mencatat luas pengusahaan dari 0,3 hingga 200 hektare. Dari 119 lot tersebut, 18 berasal dari kebun mikro seluas kurang dari 0,5 hektare, 79 dari kebun rakyat seluas 0,5–2 hektare, 13 dari kelompok menengah seluas 2–10 hektare, dan sembilan dari perkebunan besar seluas lebih dari 10 hingga 200 hektare. Dalam konteks CoE, informasi luas kebun membantu pembeli memahami latar produksi. Penilaian cita rasa tetap memberi kesempatan kepada setiap lot untuk menunjukkan kualitasnya, dengan identitas produsen dirahasiakan selama pengujian.
Data panen buah kopi atau cherry memperlihatkan perbedaan kapasitas produksi antar kelompok. Median panen pada kategori kebun mikro tercatat 2.900 kilogram, kebun rakyat 5.000 kilogram, kelompok menengah 7.000 kilogram, dan perkebunan besar 25.000 kilogram. Angka panen buah kopi ini menggambarkan skala bahan baku yang dihasilkan sebelum pengolahan menjadi biji kopi. Di setiap skala, perhatian terhadap pemilihan bahan dan pengolahannya menjadi bagian dari upaya menjaga mutu.


