Dalam situasi ini, strategi ekonomi tidak bisa lagi hanya berorientasi pada ekspansi. Stabilitas, diversifikasi energi, serta ketahanan rantai pasok menjadi kunci utama. Negara-negara juga dituntut untuk tidak hanya mengandalkan pertumbuhan berbasis teknologi tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi domestik agar lebih tahan terhadap guncangan global.
Pada akhirnya, tahun 2026 mengajarkan satu hal penting: ekonomi dunia memang berada di persimpangan. Jalan yang dipilih, antara memanfaatkan peluang AI atau gagal mengelola risiko geopolitik. Hal ini akan menentukan arah masa depan ekonomi global.
Optimisme memang ada tetapi kewaspadaan adalah keniscayaan.***