Paradoks Ekonomi Global
Di satu sisi, AI menciptakan harapan baru terhadap efisiensi dan pertumbuhan jangka panjang. Namun di sisi lain, geopolitik menghadirkan ketidakpastian yang justru menggerus fondasi stabilitas ekonomi tersebut. Bahkan, berbagai laporan menunjukkan bahwa konflik geopolitik telah menghapus sebagian momentum positif yang sebelumnya didorong oleh investasi teknologi.
Lebih jauh lagi, ketergantungan global terhadap energi fosil membuat ekonomi dunia sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Ketika konflik terjadi di wilayah strategis, dampaknya tidak hanya bersifat regional tetapi langsung menjalar ke seluruh sistem ekonomi global. Dalam konteks ini, globalisasi (keterhubungan ekonomi antarnegara) yang selama ini menjadi kekuatan justru berubah menjadi sumber kerentanan.
Kondisi ini juga menempatkan bank sentral pada dilema yang tidak mudah. Di satu sisi, mereka harus menekan inflasi melalui kebijakan suku bunga yang ketat (tight monetary policy) atau kebijakan moneter ketat. Namun di sisi lain, pengetatan moneter tersebut berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai melemah. Ruang kebijakan menjadi semakin sempit, terutama bagi negara-negara berkembang dengan keterbatasan fiskal.