Tidak hanya itu, optimisme terhadap AI pun bukan tanpa risiko. IMF mengingatkan bahwa lonjakan investasi di sektor ini berpotensi menciptakan gelembung aset (asset bubble) atau kenaikan harga aset yang tidak didukung fundamental ekonomi jika tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas yang nyata. Jika ekspektasi pasar tidak terpenuhi, koreksi tajam bisa terjadi dan justru memperburuk kondisi ekonomi global.
Dengan demikian, narasi “resiliensi ekonomi global” sebenarnya perlu dibaca secara kritis. Ketahanan yang terlihat saat ini bisa jadi bersifat semu, ditopang oleh momentum teknologi tetapi rentan terhadap guncangan eksternal yang tidak terduga.
Ke depan, tantangan utama bukan hanya bagaimana mempertahankan pertumbuhan tetapi bagaimana mengelola ketidakpastian. Dunia tidak lagi berada dalam kondisi stabil seperti satu dekade lalu. Sebaliknya, ekonomi global kini bergerak dalam lanskap yang penuh disrupsi, baik dari sisi teknologi maupun geopolitik.