Namun, kerja dokumentasi dan penelitian tetap bernilai, terlepas dari proses pengusulan gelar yang ditempuh. Melalui kerja tersebut, generasi muda dapat mempelajari bagaimana para pendahulu menghadapi zamannya, memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan meninggalkan warisan bagi kehidupan bersama.
Lanto Daeng Pasewang tidak seharusnya hanya hadir dalam ingatan sebagai nama yang terukir pada monumen atau tertulis dalam catatan pemerintahan. Jejak hidupnya perlu terus ditelusuri, diuji, ditulis, dan diperkenalkan kepada masyarakat melalui sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, daerah yang menghargai sejarah adalah daerah yang bersedia belajar dari masa lalunya. Dan masyarakat yang kuat dalam literasi adalah masyarakat yang tidak membiarkan jasa para pendahulunya hilang hanya karena dokumen tercecer, buku sulit ditemukan, atau generasi berikutnya kehilangan kesempatan untuk mengenal sejarahnya sendiri.



