Kolaborasi dengan perguruan tinggi, perpustakaan, komunitas literasi, media, serta organisasi kepemudaan juga dapat menjadi jalan untuk memperluas jangkauan dokumentasi dan pendidikan sejarah.
Bagi Jeneponto, upaya ini bukan hanya tentang gelar bagi seorang tokoh. Ini juga merupakan kesempatan membangun kesadaran bahwa daerah memiliki tanggung jawab untuk mengenali, merawat, dan mewariskan sejarahnya sendiri.
Pada akhirnya, perjuangan memperkenalkan kembali Lanto Daeng Pasewang kepada publik mengandung pesan yang lebih luas: sejarah harus dirawat dengan penghormatan, tetapi juga dengan kejujuran ilmiah.
Gelar Pahlawan Nasional merupakan pengakuan resmi yang memiliki mekanisme dan persyaratan tersendiri. Karena itu, dorongan masyarakat perlu disertai pembuktian sejarah yang kuat, bukan hanya kebanggaan terhadap asal-usul daerah atau besarnya nama seorang tokoh.



