Salah satu persoalan yang mengemuka dalam diskusi adalah terbatasnya referensi yang secara khusus membahas Lanto Daeng Pasewang. Bachtiar menyampaikan pengalaman penelusuran bahan bacaan di sejumlah lembaga, termasuk perpustakaan dan instansi terkait, yang menurut paparannya belum memberikan dukungan literatur memadai untuk mengungkap seluruh jejak tokoh tersebut.
Keterbatasan ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Tantangan karena penelitian sejarah membutuhkan sumber yang kuat, sedangkan peluang karena masih terbuka ruang bagi penemuan dokumen, pengumpulan kesaksian, dan penyusunan karya ilmiah yang lebih komprehensif.
Di sinilah pentingnya penerbitan buku yang tidak hanya memuat biografi, tetapi juga dilengkapi kronologi kehidupan, salinan dokumen, foto, arsip, catatan perjalanan jabatan, serta kesaksian yang telah diuji silang dengan sumber lain.



