Nasihin juga mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam menyebut periodisasi jabatan gubernur. Menurut penelitiannya, terdapat persoalan kronologi dan administrasi yang harus ditelusuri lebih jauh, termasuk perbedaan antara proses pengusulan, pelaksanaan kewenangan, dan penetapan formal melalui surat keputusan.
Catatan akademis tersebut penting karena penulisan sejarah bukan sekadar usaha mengagungkan tokoh, melainkan proses menemukan kebenaran melalui sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam konteks pengusulan Pahlawan Nasional, ketepatan nama, tanggal, jabatan, kronologi perjuangan, hubungan antartokoh, dan bukti pengabdian menjadi bagian penting yang harus disusun secara cermat. Apabila ditemukan perbedaan antara sumber lisan dan dokumen tertulis, perbedaan itu perlu diteliti, bukan ditutupi.
Dengan demikian, penelitian terhadap Lanto Daeng Pasewang memerlukan kerja bersama antara sejarawan, peneliti lokal, keluarga, pemerintah, perpustakaan, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai perjalanan hidup tokoh tersebut.



