Konsep maslahah (kemanfaatan umum) juga menjadi landasan penting dalam investasi Islam. Setiap aktivitas ekonomi harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya bagi individu atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, investasi dalam sektor yang merugikan masyarakat atau lingkungan tidak diperbolehkan.
Jika dibandingkan dengan ESG, terlihat bahwa nilai-nilai Islam sebenarnya mencakup dimensi yang lebih luas. ESG memberikan kerangka operasional, sementara Islam memberikan fondasi moral. Kombinasi keduanya dapat menciptakan sistem investasi yang tidak hanya efisien tetapi juga beretika dan berkelanjutan.
Namun, integrasi antara ESG dan perspektif Islam tidak tanpa tantangan. Salah satu kendala utama adalah perbedaan pendekatan dan standar. ESG menggunakan indikator yang bersifat kuantitatif, sementara Islam lebih menekankan pada nilai kualitatif. Diperlukan upaya untuk menjembatani kedua pendekatan ini agar dapat berjalan secara sinergis.