Di sini letak perbedaan penting antara tasawuf dan filsafat. Filsafat berupaya memahami realitas melalui akal. Tasawuf menyingkap realitas melalui qalbu. Filsafat bertanya dan menalar. Tasawuf merasakan dan mengalami. Filsafat sering bergerak di wilayah konsep. Tasawuf masuk ke wilayah pengalaman. Keduanya sama-sama penting tetapi tidak selalu sampai pada tujuan yang sama.
Tokoh Al Ghazali
Dalam sejarah intelektual Islam, Al-Ghazali adalah contoh paling penting dari pergulatan itu. Ia bukan ulama yang sejak awal hidup dalam keyakinan yang tenang. Sebaliknya, ia justru dikenal sebagai pencari kebenaran yang melewati fase keraguan mendalam. Pergulatan itu muncul dari perjumpaannya dengan ilmu kalam yang penuh dengan perdebatan dan pertentangan. Setiap aliran merasa paling benar. Setiap kelompok punya argumen yang meyakinkan. Tetapi justru di tengah tumpukan argumen itulah Al-Ghazali merasakan kegelisahan. Ia mencari kebenaran yang tidak sekadar logis tetapi memberikan keyakinan yang utuh, setegas keyakinan bahwa sepuluh lebih besar dari tiga.