Tidak berhenti di situ. Program Sekolah Menulis Maros Keren dan gerakan guru menulis yang dilaksanakan sejak 2022 telah melahirkan ratusan guru penulis buku. Gerakan membaca dan menulis juga diperluas kepada para siswa, masyarakat, majelis taklim, dan lingkungan keluarga.
Bahkan, gagasan Gerakan Ibu Membacakan Buku kepada Anak Sebelum Tidur menjadi pesan penting bahwa pembangunan literasi tidak harus dimulai dari gedung perpustakaan yang megah. Ia bisa bermula dari kamar tidur, dari pangkuan seorang ibu, dari cerita sederhana sebelum anak memejamkan mata.
Disini, harus dicatat bahwa peran besar bunda literasi, Ulfiah Chaidir Syam menggerakan perempuan mulai dari desa, kecamatan dan di segala sektor membantu menyalakan cahaya literasi.
Usaha tidak mendustai hasil, pada tahun 2024 Kabupaten Maros mencapai Tingkat Kegemaran Membaca sebesar 90,94 persen, tertinggi di Sulawesi Selatan. Angka tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan gerakan literasi yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, perpustakaan, pelapak buku, pegiat literasi, bunda literasi, GPMB, dan masyarakat.
Maros kemudian tumbuh sebagai salah satu contoh daerah yang berhasil menempatkan literasi dalam percakapan pembangunan. Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional RI yang diterima Chaidir Syam pada 2022 semakin memperkuat pengakuan terhadap keberpihakan kepemimpinannya pada dunia perpustakaan dan budaya baca.



