Buku, Literasi Jalan Hidupku bukan hanya bercerita tentang BAK. Pula, menawarkan sebuah pesan bagi Indonesia: peradaban tidak lahir hanya dari kecanggihan teknologi, tetapi dari manusia yang memiliki pengetahuan, kedalaman berpikir, dan kesanggupan mewariskan gagasan.
BAK telah memilih jalannya. Chaidir Syam telah memberikan ruang kebijakan. Maros telah memperlihatkan hasil sebuah kolaborasi.
Kini, pekerjaan besar itu menjadi tanggung jawab kita bersama.
Sebab, membangun jalan raya mungkin membutuhkan anggaran dan waktu. Membangun gedung mungkin membutuhkan arsitek dan teknologi. Namun, membangun peradaban membutuhkan manusia yang mau membaca, berpikir, dan menulis. Jika ingin membangun peradaban, sumbunya adalah buku.



