BAK, Sang Arsitek Literasi yang Menolak Menyerah
Namun, ada satu sosok yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang gerakan literasi Sulsel, Indonesia dan juga Maros: Bachtiar Adnan Kusuma alias BAK. Ia bukan sekadar penulis yang produktif menghasilkan buku. Ia adalah tokoh penggerak, konseptor, motivator, sekaligus arsitek penting yang ikut merancang dan menyemai gagasan gerakan literasi di berbagai daerah di Sulsel, Sultra, Bali dan DKI Jakarta juga Maros. Melalui pemikiran, tulisan, pendampingan, dan kerja kolaboratif, ia membantu menerjemahkan gagasan besar literasi menjadi gerakan yang dapat disentuh masyarakat.
Pengabdiannya mendapatkan pengakuan nasional melalui Nugra Jasa Dharma Pustaloka, penghargaan Tertinggi Perpustakaan Nasional RI di bidang perpustakaan dan literasi.Tetapi, penghargaan itu bukanlah awal perjuangannya, sebab BAK telah meraih itu sebelum terjun di palagan bumi literasi di berbagai daerah.



