Gubernur Dedi bukan pemimpin yang kaku. Ia pernah menarik keputusan penghentian operasional Bandara Husein Sastranegara ketika melihat bahwa kebijakan itu menimbulkan dampak negatif yang lebih besar daripada manfaatnya. Seorang pemimpin sejati tak perlu malu untuk merevisi kebijakan jika tersedia jalan yang lebih baik. Justru di sanalah letak kebesaran jiwa dan kerendahan hatinya.
Karena itu, sangat mungkin, Gubernur Dedi juga akan mempertimbangkan kembali larangan study tour ini jika mendapat masukan yang bijak dan konstruktif dari para pendidik, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Mari kita jangan hanya berdebat soal larangan atau tidak. Mari kita diskusikan bagaimana membuat study tour kembali menjadi kegiatan yang membumi, membangun karakter, dan membekas dalam sanubari para pelajar. Sebab pendidikan sejati bukan hanya di kelas. Ia hidup di perjalanan, di sawah, di pabrik, di museum, dan di dunia nyata yang menanti untuk dijelajahi.***